Selasa, 14 September 2010

ETIKA PERSAHABATAN

Salah satu yang menjadi ibadah yang paling utama adalah saling mencintai hanya karena Allah SWT dan menjalin persaudaraan didalam agama-Nya, itu termasuk buah dari akhlak yang baik, dan kedua-duanya merupakan perilaku terpuji. Mengenai akhlak terpuji, Allah SWT berfirman, “ Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung “. (Q.S. Ali Imran : 103)
Rasulullah Saw bersabda dalam suatu hadits, “ Sesungguhnya yang terdekat dariku diantara kamu adalah yang terbaik akhlaqnya diantara kamu serta merendahkan diri, yang mencintai dan dicintai “.
Sabda Rasulullah Saw lainnya, “ Barangsiapa yang Allah menghendaki kebaikan baginya, maka Allah mengaruniainya seorang teman yang shaleh. Apabila ia lupa, diingatkannya, dan jika ia ingat, dibantunya”.
Sabda Rasulullah Saw lainnya, “ Barangsiapa yang bersaudara dengan seseorang hanya karena Allah SWT, maka Allah SWT, akan mengangkatnya satu derajat di surge yang tidak didapatkannya dengan sesuatu amalan “.

1. ARTI PERSAUDARAAN KARENA ALLAH SWT. DAN PERBEDAANNYA, SERTA PERSAUDARAAN KARENA KEDUNIAAN

Rasulullah Saw telah bersabda, “ Para arwah itu ialah pasukan yang dikumpulkan, mana yang saling bersesuaian akan bersatu, serta mana yang saling bertentangan akan berpisah “.
Dalam sabda lainnya, “ Sesungguhnya arwah dua orang mukminyang bertaqwa akan bertemu dalam jarak sehari, sedangkan yang satu tidak pernah melihat temannya “.
Manusia yang dicintai orang lain, pastilah manusia yang mencintai orang lain, sebab prilakunya yang terpuji, atau budi pekertinya yang luhur. Atau menjadi mediator untuk tujuan-tujan atau permasalahan yang terjadi diluar dirinya yang tujuan tersebut berkaitan dengan kemaslahatan duniawi.
Atau bisa juga menjadi “alat” untuk mendapatkan bagian di akhirat, atau memang karena Allah SWT semata. Demi Allah, tidak akan ada 1 manusia pun yang akan mendapatkan dunia maupun akhirat, kecuali dia merupakan hamba Allah. Maka, barangsiapa yang yang menyukai sesuatu, maka iapun akan mencintai orang yang mencintainya. Inilah yang dinamakan persaudaraan karena Allah ta’ala.
Sebagaimana cinta yang harus karena Allah, maka kebencian juga harus karena Allah semata. Barangsiapa mencintai seorang manusia karena ia kekasihnya dan kekasihnya taat kepadanya, maka haruslah kita membencinya musuhnya karena ia telah mendurhakainya. ( Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali )


2. MEMILIH TEMAN

Tidak semua orang pantas untuk dijadikan sebagai seorang teman, terlebih sahabat, Rasulullah Saw bersabda, “ Manusia itu mengikuti kebiasaan temannya, maka hendaklah seseorang dari kamu melihat siapa yang akan dijadikan teman “. Untuk menjadikan seseorang sebagai teman, hendaklah mempertimbangkan sejumlah perkara. Ia harus berakal, dan berakhlak baik, tidak fasik, tidak melakukan bid’ah serta tidak berambisi atas keduniaan. Akal disana dapat digunakan sebagai modal.
Oleh karena itu, memutus hubungan dengan orang dungu itu merupakan salah satu pendekatan kepada Allah SWT. Begitu juga halnya dengan orang fasik, tidak ada faedahnya jika terus berteman dengangnya, sebab siapa yang takut kepada Allah, ia pun tidak akan terus menerus melakukan dosa besar, dan siapa yang tidak takut kepada Allah, maka ia pun sengan mengganggu orang lain.
Firman Allah SWT, “ Dan janganlah kamu mengikuti oarnag yang hatinya telah Kami lalaikan dari Mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya “. ( Q.S. Al-Kahfi : 28 )
Ali bin Abi Thalib berkata, “ Sesungguhnya saudaramu yang sebenarnya ialah orang yang bersamamu, dan merugikan dirinya utnutk memberimu manfaat. Dan apabila terjadi musibah, ia akan datang, ia korbankan dirinya untuk menolongmu “.

3. HAK-HAK PERSAUDARAAN DAN PERSAHABATAN

Tali persaudaraan anatara dua orang atau lebih itu layaknya ikatan pernikahan sepasang suami istri. Yang akan menuntut hak-hak atas mereka dalam harta dan jiwa, lisan dan hati, maaf dan do’a, keikhlasan, kesetiaan, dan tidak memaksakan diri. Penjabarannya antara lain sebagai berikut :
Yang pertama, mengenai harta, minimal anggaplah ia seperti budak kita, sehingga semua urusannya menjadi urusan kita, dan penengahnya adalah diri kita sendiri. Sebab persaudaraan itu dapat menimbulkan persekutuan dan persamaan. Tapi, yang paling mulia adalah kita lebih mengutamakannya, sehingga kita mengorbankan urusan kita agar keadaannya menjadi teratur. Hal ini disabdakan Rasulullah Saw, “ Tidaklah dua orang yang berteman, melainkan yang paling dicintai Allah SWT, ialah orang yang paling lembut kepada temannya “.
Yang kedua, menolong temn didalam memenuhi kebutuhannya, dan mengerjakannya sebelum diminta. Ini mempunyai derajat-derajat yang menyamai derajat harta seperti dalam tiga kedudukannya.
Yang ketiga, tidak menghadapinya dengan sesuatu yang tidak disukainya. Perlu kita ketahui, sesungguhnya yang diridhai Allah SWT adalah orang-orang yang berakhlak dengan akhlak-Nya dan Allah-lah yang menutupi kejelekan dan mnegampuni dosa-dosa. Iman seseorang tidak dapat dinilai sempurna sampai dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri
Yang keempat, menyampaikan pujian yang ia sukai tanpa keluar dari kebenaran. Rasulullah Saw bersabda, “ Apabila seseorang dari kamu mencintai saudaranya, maka hendaklah ia mengabarinya “. Itu karena, melalui pujian-pujian itulah akan menambah kecintaan kita kepada mereka, dan kecintaan mereka kepada kita.
Yang kelima, kesetiaan dan keikhlasan, yaitu dengan selalu mencintai saudaranya sampai mati dan mencintai anak-anak dan teman-temannya sesudah mati. Perlu kita ketahui, bahwa kesetiaan yang baik itu termasuk iman serta pengamalan agama. Kita sepatutnya selalu melihat keutamaan saudara kita, bukan diri kita semata.


4. HAK-HAK MUSLIM, SANAK FAMILI, DAN TETANGGA

Adapunyang dinamakan sebagai hak-hak muslim adalah apabila bertemu dengannya, maka kita wajib memberinya salam serta mendatangi undangannya, mendoakannya saat ida bersin, apabila ia sakit, kita wajib menjenguknya, menshalati jenazahnya apabila ia mati, apabila ia bersumpah, maka bantulah ia untuk memenuhi sumpahnya, jika ia meminta nasehat, maka berikan nasehat kepadanya, jika ia tidak memiliki teman yang mencintainya seperti ia mencintai dirinya sendiri, maka kita wajib memelihara kehormatannya, dan tidak menyukai apa yang menimpa dirinya, layaknya sesuatu yang menimpa diri kita sendiri. Rasulullah Saw bersabda, “ Empat perkara yang termasuk hak-hak orang muslim atas dirimu, yakni engkau tolong orang yang berbuat baik di antara mereka serta memohon ampun bagi yang berdosa diantara mereka, engkau doakan orang yang berpaling, dan menerima penyesalan orang yang menyesal diantara mereka “.
Kita juga hendaknya tidak mengganggu sesorang dari kaum muslim dengan berbagai perbuaatn dan perkataan, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, “ Orang muslim itu ada;ah tidak suka mengganggu orang-orang muslim dengan lisan dan tangannya “.
Kepada setiap muslim, hendaklah kita selalu merendahkan diri dan tidak bersikap sombong, karena Allah sendiri tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri. Apabila ada seseorang bersikap sombong kepada kita, maka Allah menyuruh kita untuk bersabar, sebagaimana firman Allah SWT, “ Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang untuk mengerjakan amar ma’ruf dan berpaling kepada orang-orang yang bodoh “ (Q.S. Al-A’raf : 199)
Tidak termasuk orang yang beriman apabila memutuskan hubungan kepada orang yang dikenalnya lebih dari tiga hari, kecuali dengan izin-Nya, maka bergaullah dengan akhlak yang baik, hormatilah yang lebih tua, sayangilah yang lebih muda, bersikap ramahlah kepada seluruh manusia, dan tidaklah ia berjanji kepada seorang muslim, kecuali ia penuhi janjinya. Dan mendamaikan pihak-pihak yang berselisih diantara kaum muslimin merupakan tugas yang sangat mulia.
Read More..

AQIDAH / KEYAKINAN

1. AQIDAH AHLUS SUNNAH

Aqidah ahlus sunnah adalah keyakinan terhadap Allah SWT yang Maha Tinggi lagi Maha Suci sebagai satu-satunya Tuhan, tiada sekutu bagi-Nya, tunggal tiada yang menyerupai-Nya, bersifat qadim tanpa awal, Azal tanpa permulaan, hidup kekal tanpa akhir, abadi tanpa penghabisan, hidup terus tanpa terputus dengan batasan dunia, dan Dia juga lah yang permulaan, akhir dan yang batin.


2. PENSUCIAN ALLAH ( TANZIH )

Allah bukanlah tubuh yang berbentuk yang terbatas dan tertentu. Allah tidak menyerupai tubuh-tubuh makhluk hidup ciptaan-Nya, baik dalam ukuran maupun dalam hal dapat terbagi. Tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya dan Dia tidak menyerupai apapun. Allah tidak dibatasi oleh ukuran, dan tidak dibatasi oleh bumi maupun langit.
Allah bersemayam diatas tahta dengan cara seperti yang dikatakan-Nya, dan dengan arti yang diinginkan-Nya, persemayaman-Nya suci dari sentuhan, tidak menetap dan tidak berdiam maupun pindah, serta tidak dipukul oleh Arsy. Bahkan, Arsy serta para malaikat pemikulnya dipukul dengan kekuasaan-Nya yang lembut serta tunduk dalam genggaman-Nya.
Allah berada diatas Arsy dan diatas segala sesuatu, hingga sebatas bumi, keteratasan-Nya tidak menambah kedekatan-Nya dengan Arsy dan langit, maupun menambah kejauhan-Nya dari langit dan tanah. Meskipun di artikan seperti itu, Allah selalu dekat dengan makhluk-Nya, bahkan diumpamakan lebi dekat daripada urat leher makhluk-Nya, karena Dialah yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Allah tidak masuk dalam kategori sesuatu, dan tidak satu pun yang masuk didalam-Nya. Maha Suci Dia mendiami suatu tempat dari keterbatasan zaman. Bahkan sebelum Allah menciptakan zaman dan tempat, sampai sekarang masih begitulah keadaan-Nya. Allah berbeda dari makhluk-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang tidak memiliki apapun didalam-Nya selain Allah itu sendiri.
Allah selalu suci dari perpindahan dan perubahan. Tidaklah Dia ditempati oleh hak-hak yang buruk serta tidak ditempati oleh awaridl. Bahkan Allah masih memiliki sifat-sifat keagungan serta selalu suci dari kebinasaan. Allah tidak memerlukan penyempurnaan dalam sifat-sifat-Nya yang sempurna. Dalam zat Allah, diketahui wujud-Nya dengan akal serta dapat dilihat zat-Nya dengan pandangan sebagai kenikmatan-Nya serta karunia bagi orang-orang yang shaleh di akhirat dan sebagai pelengkap kenikmatan dengan memandang kepada wajah(zat)-Nya yang mulia.
Subhanallah ..
3. YANG MAHA HIDUP DAN MAHA KUASA

Allah SWT itu kekal, Maha berkuasa dan Maha menaklukan. Allah tidak mengalami kekurangan serta kelemahan. Allah tidak pernah merasa mengantuk, meskipun Allah tidak pernah tidur, tidak mengalami kematian dan kebinasaan, penciptaan, serta perintah, sedangkan langit terlipat dengan kekuasaan-Nya. Hanya Allah yang berkuasa menciptakan makhluk beserta amalan mereka, serta Dialah yang menentukan rizqi serta ajal mereka. Kekuasaan-Nya tidak pernah terhitung dan pengetahuan-Nya tidak pernah berakhir.


4. YANG MAHA MENGETAHUI

Semua pengetahuan, Allah mengetahuinya. Meskipun disembunyikan ke dasar bumi sekalipun. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu yang terjadi dari perbatasan bumi hingga langit tertinggi. Tidak tersembunyi daripada pengetahuan-Nya benda seberat kapaspun di bumi dan di langit. Bahkan Allah mengetahui jalannya semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap. Allah mengetahui gerakan debu di udara serta mengetahui rahasia maupun yang lebih tersembunyi daripada itu. Allah mengetahui suara hati nurani serta gerak hati semua makhluk-Nya.


5. YANG MAHA BERKEHENDAK

Segala sesuatu yang terjadi, pasti lah sesuai dengan kehendak Allah, Dialah yang menghendaki adanya makhluk dan yang mengatur semua peristiwa. Maka, tidak akan terjadi terjadi sesuatu didalam kekuasaan dan kerajaan-Nya, baik sedikit maupun banyak, kecil maupun besar, baik maupun buruk, manfaat ataupun bahaya, iman ataupun kufur, keberuntungan ataupun kerugian, pertambahan atau kekurangan, ketaatan atau kedurhakaan, kecuali dengan ketetapan serta takdir-Nya, hikmah serta kehendak-Nya. Tidaklah keluar dari kehendak Allah lah pandangan sekaligus pemikiran yang terlintas di otak manusia. Apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidaklah terjadi. Dialah yang memulai penciptaan dan yang menghidupkan kembali, serta yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya.
Tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya serta tidak ada yang menambah ketetapan-Nya. Tidak ada jalan bagi hamba-Nya untuk menghindar dari kehendak Allah, kecuali dari taufik dan rahmat-Nya. Tidak ada kekuatan bagi kita, umat manusia untuk mentaati-Nya, kecuali dengan kecintaan dan kehendak dari Allah SWT. Seandainya manusia, jin, malaikat dan setan berkumpul untuk menggerakkan sebutir debu atau untuk mendiamkannya tabpa ada kehendak serta serta keinginan-Nya, niscaya semua itu tidak akan sanggup melakukannya. Kehendak Allah berdiri sendiri diantara sejumlah sifat-Nya serta tetap memiliki sifat tersebut. Dia menghendaki dalam setiap azal-Nya tanpa maju ataupun mundur. Allah mengatur segala urusan bukan dengan menggunakan pikiran, ataupun dengan menunggu waktunya. Oleh karena itu, Allah tidak disibukkan dengan suatu urusan dari urusan lainnya.

6. YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MELIHAT

Allah SWT itu sendiri Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dan Dia selalu mendengar dan melihat tanpa pernah sedetikpun berhenti. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari pendengaran-Nya suatu suara walaupun sangat pelan. Dan tidak ada yang hilang dari penglihatan Allah satu benda pun, meskipun itu benda yang sangat kecil. Pendengaran dan penglihatan-Nya tidak terhalang oleh sesuatu. Allah maha mengetahui atas segala sesuatu.

7. AL-KALAM ( BICARA )

Allah SWT berbicara, menyeru, melarang, berjanji, mengancam dengan kalam Azali yang Qadim (lama) serta yang berdiri sendiri tidak menyerupai kalam (pembicaraan) makhluk. Kalam-Nya bukan merupakan suara yang timbul dari aliran udara ataupun dari benturan benda-benda serta tidak berupa huruf yang terputus dengan menggerakkan bibir serta tulisan.
Al-Qur’an, Taurat, Zabur, bahkan Injil adalah Kalam-Nya dan kitab-kitab-Nya yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, sedangkan Al-Qur’an dibaca dengan lisan yang tertulis dalam mushaf-mushaf dengan zat Allah SWT tidak dapat terlepas maupun terpisah dengan mendengar kalam Allah tanpa suara maupun huruf sebagaimana orang-orang saleh melihat Zat Allah SWT tanpa jauhar maupun ardl. Maha Benar Allah yang hidup kekal, Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Berbicara dengan kehidupan, pengetahuan, penglihatan, serta perkataan.


8. PERBUATAN – PERBUATAN ALLAH

Adapun para makhluk yang diciptakan oleh Allah karena perbuatan-Nya dengan bentuk yang sebaik-baiknya, paling sempurna, dan paling bagus sesuai dengan keadilan-Nya. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya dan Maha Adil dalam keputusan-Nya. Tidak bisa kita samakan, keadilan yang diberikan Allah dengan keadilan yang diberikan seorang hamba-Nya, karena dianggap kezaliman jika hamba bertindak pada milik orang lain, sedangkan Allah SWT tidak demikian. Sebab Allah SWT tidak bertindak atas milik orang lain, sehingga tidak dianggap kezaliman. Segala sesuatu seperti jin, manusia, setan, malaikat, langit, bumi, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda mati, jauhar, ardl, diciptakan-Nya dengan kekuasaan-Nya serta dulunya tidak ada dan tidak bewujud
Allah SWT memberikan pahala kepada hamba-hamba-Nya atas ketaatan mereka sebagai kemurahan-Nya, bukan karena harus dan wajib diberi. Allah ta’ala mewajibkan makhluk-makhluk-Nya untuk taat kepada-Nya melalui lisan nabi-nabi-Nya, bukan karena akal semata, tapi Allah mengutus Rasul serta menampakkan kebenaran mereka dengan mukjizat yang jelas. Maka mereka pun menyampaikan perintah, larangan, janji, serta ancaman-Nya dan mewajibkan manusia mempercayai apa-apa yang telah mereka sampaikan.



9. ARTI “ KALIMAT YANG KEDUA “

Maksudnya adalah kesaksian bagi Rasulullah Saw. Allah SWT mengutus rasul, nabi yang ummi, orang Quraisy yang member petunjuk, Muhammad Saw yang membawa risalah-Nya kepada seluruh bangsa Arab dan bangsa-bangsa lainnya, jin serta manusia. Maka Allah menghapus semua syari’at dengan syari’at-Nya, kecuali yang ditetapkan-Nya, dan Allah melebihkan beliau ata Nabi-Nabi lainnya serta menjadikannya pemimpin manusia.
Iman tidaklah sempurna dengan syahadat tauhid, yakni oerkataan Laa illaha illallah, jika ia tidak bergandengan dengan syahadat Rasul Saw, yakni pernyataan kita yang meyakini Muhammad sebagai Rasulullah. Allah mewajibkan manusia untuk mempercayainya dalam semua yang disampaikannya tentang dunia akhirat.

10. MEMBIMBING SECARA BERANGSUR

Ketahuilah bahwa anak kecil diawal prtumbuhannya siap menerima kebenaran tanpa bukti dengan fitrah dari Allah SWT, maka hendaklah kita mengajarkan mereka hakikat aqidah agar mereka menghapalnya. Biarkan mereka memahaminya sedikit demi sedikit hingga meresap ke dalam batinnya, sehingga mereka tidak perlu membuktikan hal itu dengan bukti-bukti.

11. ISLAM ITU TUNDUK DAN BERSERAH DIRI, SEDANGKAN IMAN ADALAH PENERIMAAN OLEH HATI

Allah SWT menyebut kedua kalimat di atas dalam kitab suci Al-Qur’an dan dimaksudkannya mengenai suatu hal. Sebagaimana firman Allah , “ lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dan mereka yang berserah diri “ . ( Q.S. Adz-Dzaariyat : 35-36 )
Di tempat itu tidak ada apapun kecuali hanya sebuah rumah. Allah menyebut pula keduanya sekali dengan dua arti yang berbeda dalam firman-Nya, “ Orang-orang Arab Badui itu berkata, “ Kami telah beriman “. Katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, akan tetapi katakanlah kami telah tunduk “. (Q.S. Al-Hujurat : 14)
Maksudnya, banyak orang yang dirinya telah tunduk kepada Islam, tapi hati mereka tidak menerimanya. Naudzubillah.
Read More..

Sabtu, 28 Agustus 2010

SABAR DAN SYUKUR

Iman itu terdiri dari 2 bagian. Setengahnya adalah kesabaran, dan setengahnya lagi adalah rasa syukur, sesuai dengan apa yang telah disebutkan dalam berbagai riwayat-riwayat serta atsar-atsar.
Adapun yang dimaksud dengan kesabaran, Allah SWT telah berfirman memuji sifat tersebut, “ Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami pada saat mereka sabar “ . (Q.S. As-Sajdah : 24)
Di ayat lain, Allah SWT berfirman, “ Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan oleh kesabaran mereka (Q.S. Al-A’raf : 137)
Allah SWT juga berfirman , “ Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar “. (Q.S. An-Nahl : 96)

Rasulullah Saw pernah ditanya tentang iman, maka beliau menjawab, “ Kesabaran serta tenggang rasa”. Didalam sabda Rasulullah Saw lainnya, “ Kesabaran itu ialah harta yang terpendam didalam surga “ .

A. HAKIKAT KESABARAN
Ada beberapa kategori dalam kesabaran, yakni pengetahuan, keadaan dan amal. Pengetahuan itu diibaratkan bagai sebuah pohon, keadaannya bagaikan ranting-ranting, serta amal sendiri bagaikan buah. Perlu kita ketahui, kunci kemaslahatan keagamaan akan terdapat didalam kesabaran, akibatnya akan timbul sikap sabar dalam diri manusia.
Apabila seseorang telah bersabar dalam menghadapi ujian yang datang selama beberapa hari, niscaya ia akan mendapatkan kebahagiaan selama-lamanya sebagai imbalannya. Karena, ia memerlukan kesabaran yang tinggi untuk tidak mempublikasikannya, dan tidak merusaknya dengan riya’.
Sabar yang paling besar adalah sabar dalam menahan diri dari melampiaskan nafsu syahwat dan berlarut-larut didalam melakukannya, serta sabar dalam melakukannya. Seseorang juga harus sabar jika diganggu oleh seseorang dengan perkataan atau perbuatan.
Ada seorang sahabat Rasulullah Saw berkata, “ Kami tidak menganggap iman seseorang sebagai iman jikalau ia tidak bersabar dikala sedang mngahadapi gangguan ”.
Allah SWT telah berfirman , “ Dan kami akan sungguh-sungguh bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Hanya kepada Allah SWT sajalah hendaknya orang-orang bertawakkal “. (Q.S. Ibrahim : 12)
Biasanya kesabaran ini dilakukan atas semua gangguan-gangguan dengan cara menahan semuanya serta terkadang sabar dari niat untuk membalasnya. Kedua hal tersebut telah menunjukkan kesempurnaan iman.
Dari Ibnu Abbas ra, “ Ada 3 macam kesabaran didalam Al-Qur’an yakni kesabaran untuk menunaikan kewajiban-kewajiban karena Allah SWT dan ia mempunyai 300 derajat ; kesabaran untuk tidak melanggar larangan-larangan Allah SWT dan ia mempunyai 600 derajat ; serta kesabaran di dalam menghadapi musibah-musibah pada pukulan pertama dan ia mempunyai 900 derajat “ .

B. SYUKUR
Allah SWT mengaitkan syukur dengan dzikir yang mempunyai keutamaan tersendiri, firman Allah SWT, “ Sesungguhnya dzikrullah ( mengingat Allah ) itu lebih besar “. (Q.S. Al-Ankabut : 45)
Allah SWT juga berfirman , “ Oleh sebab itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (juga) kepadamu, serta bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah sekali-kali kamu mengingkari (nikmat)-Ku “. (Q.S. Al-Baqarah : 152)
Makna dari rasa syukur itu sendiri pada hakikatnya adalah dengan mengetahui bahwa tiada pemberian kenikmatan selain Allah SWT. Apabila kita mengetahui rincian-rincian nikmat Allah SWT atas diri kita, antara lain anggota-anggota badan, tubuh serta jiwa, dan segala yang kita perlukan untuk urusan kehidupan didunia, seharusnya timbul dalam hati kita kegembiraan terhadap Allah SWT, nikmat-Nya dan karunia-Nya yang tidak terbatas kepada kita semua. Sudah seharusnyalah kita bersyukur.
Sedangkan didalam hati, rasa syukur itu dinyatakan dengan menyembunyikan kebaikan yang pernah kita lakukan dari seluruh manusia, selalu menghadirkannya dalam mengingat Allah SWT, dan tidak pernah melupakan-Nya.
Adapun dengan lisan, kita cukup menyatakan dengan banyak mengucapkan kalimat tahmid.
Syukur dengan anggota tubuh adalah dengan menggunakannya dengan sebaik-baiknya, dan menghindarkan dari penggunaan nikmat-Nya untuk mendurhakai-Nya. Contoh , mensyukuri mata dilakukan dengan menutupi semua kejelekan yang kita lihat dari seorang muslim dan tidak menggunakannya untuk melihat hal-hal maksiat. Mensyukuri telinga, dapat dilakukan dengan menutupi kejelekan-kejelekan yang didengar, serta mendengarkan apa saja yang diperbolehkan.
Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw bertanya kepada seorang laki-laki, “ Bagaimana keadaanmu pagi ini ?”
Orang tersebut menjawab, “ Baik “.
Rasulullah Saw mengulangi pertanyaan tersebut, begitu juga orang tersebut, mengulangi semua jawaban-jawabannya. Hingga sampai pada yang ketiga kalinya ia menjawab, “ Keadaanku baik-baik saja, serta aku memuji syukur kepada Allah SWT “.
Rasulullah Saw menjawab, “ Inilah yang aku inginkan darimu “.
Setiap orang ketika ditanya tentang sesuatu, maka jawaban mereka antara bersyukur dan mengeluh. Jika ia bersyukur, maka ia pun telah menaati Allah SWT, serta jika ia mengeluh maka ia pun durhaka.
Ini adalah cabang dari satu bab tauhid, yakni bahwa Dialah yang mensyukuri serta disyukuri, yang mencintai dan yang dicintai. Tiada sekutu pun di dalam wujud ini selain Allah SWT. Segala sesuatu akan binasa melainkan dari-Nya, ini adalah kebenaran yang azali dan abadi, sebab tiada sesuatu pun didalam wujud ini selain Allah SWT. Dia berdiri sendiri.
Sudah jelas bagi kita, umat manusia, jikalau pengarang mencintai karangannya, maka ia pun telah mencintai dirinya. Jikalau pembuat sesuatu mencintai buatannya, maka ia pun telah mencintai dirinya. Dan jikalau ayah mencintai anaknya karena ia anaknya, maka ia pasti akan mencintai dirinya sendiri. Segala sesuatu didalam wujud selain Allah SWT adalah sebuah karangan atau buatan. Apabila Allah SWT telah mencintainya, maka sesungguhnya Allah SWT telah mencintai diri-Nya sendiri. Dan inilah pandangan dari sisi tauhid.
Dari penjelasan di atas, rasa syukur adalah penggunaan rasa nikmat di jalan yang diciptakan baginya. Salah satu contoh, seorang raja telah mengirim kepada seorang sahayanya seekor kuda dengan segala keperluannya untuk dikendarai, jika ia menaiki serta menggunakannya di jalan yang sudah ditetapkan, ia pun telah menggunakan nikmat tersebut sebagaimana mestinya. Namun, apabila ia menaikinya serta menjauh dari perintah sang raja, maka itu merupakan sebuah kebodohan dan pengingkaran nikmat. Wallahu a’lam.
Read More..

KEMULIAAN HARI JUM’AT

Sesungguhnya hari Jum’at merupakan hari yang agung. Allah SWT mengagungkan Islam dengannya dan mengistimewakan orang-orang Islam dengannya. Allah SWT berfirman, “ Apabila diseur untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli”.
Allah SWT mengharamkan dengan semua hal-hal duniawi yang dapat memalingkan orang dari bersegera untuk Jum’atan.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “ Barang siapa yang meninggalkan Jum’at tiga kali, dengan tanpa udzur, maka Allah akan mencap (menutup hatinya)”. Dalam sebuah lafadh lainnya, “ Maka benar-benar telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya”.
Didalam sebuah riwayat, ada seorang laki-laki berselisih dengan Ibnu Abbas, dia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai laki-laki yang mati dan tidak pernah menghadiri Jum’at atau Jamaah. Berkatalah Ibnu Abbas, “ Di dalam neraka “. Lalu tidak henti-hentinya laki-laki itu hilir mudik kepadanya selama sebulan dengan bertanya mengenai hal yang sama, namun Ibnu Abbas tetap menjawab, “ Di dalam neraka “.
Di dalam sebuah hadits Anas dari Nabi Muhammad Saw. sesungguhnya beliau bersabda, “ Datanglah Jibril kepadaku dan ditelapak tangannya terdapat cermin putih dan berkata, “ Ini adalah Jum’at, Tuhanmu memfardlukan kepadamu agar menjadikan hari raya bagimu dan bagi umat sepeninggalmu”. Aku berkata, “ Lalu apa yang ada bagi kami didalamnya ?”. Dia menjawab, “ Kamu didalamnya memiliki sebuah saat yang paling baik, barang siapa yang berdo’a didalamnya dengan kebaikan yang dibagikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kebaikan itu dan tidak ada baginya yang disimpan untuknya lebih agung daripada itu, atau dia berlindung dari kejelekan yang telah merupakan hal yang ditulis atas dia kecuali Allah akan melindunginya dari yang lebih besar dari pada itu. Dia adalah pemimpin dari semua hari bagi kita dan kita akan menyebutnya besok pada hari akhir dengan sebutan “ Hari Tambahan “. Aku berkata, “ Mengapa begitu ?”. Dia berkata, “ Sesungguhnya Tuhanmu telah membuat sebuah lembah yang lebih semerbak dan lebih putih daripada misik. Lalu apabila telah datang hari Jum’at turunlah Allah SWT dari Illiyin ke atas Kursi-Nya dan nampak kepada mereka, sehingga mereka memandang kepada Dzat-Nya yang agung”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sebaik-baik hari yang terbit matahari didalamnya adalah hari Jum’at, didalamnya Adam as. diciptakan, didalamnya dia dimasukkan ke surga, didalamnya dia diturunkan ke bumi, didalamnya di terima taubatnya, di dalamnya hari dia mati dan di dalamnya akan berdiri hari kiamat. Hari itu disisi Allah adalah hari penambahan, demikianlah malaikat-malaikat menyebutnya di langit. Dan dia juga hari melihat kepada Allah SWT”.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, “ Sesungguhnya Allah SWT memiliki dalam setiap Jum’at 600.000 orang yang dibebaskan dari neraka”. Di dalam hadits Anas ra. sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda,” Apabila selamat hari Jum’at maka selamat pula hari semua hari “.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sesungguhnya neraka Jahim itu menyala dalam setiap hari sebelum zawal (matahari tergelincir dari tengah langit) yaitu pada waktu istiwa’ matahari (ditengah langit) dalam jantung langit. Maka janganlah kamu bersembahyang saat ini kecuali kecuali hari Jum’at, karena hari itu waktu shalat seluruhnya dan sesungguhnya Jahannam, tidak menyala di dalamnya”.
Ka’ab berkata, “ Sesungguhnya Allah SWT telah mengutamakan mekkah diantara beberapa negeri, Ramadhan diantara beberapa bulan, dan Jum’at diantara hari-hari, serta Lailatul Qadar diantara malam-malam”.
Dikatakan, “ Sesungguhnya burung-burung dan bangsa serangga bertemu satu dengan yang lain pada hari Jum’at. Berkatalah mereka, “ Selamat, selamat, ini adalah hari yang bagus”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Barangsiapa yang mati pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka tulislah baginya pahala orang yang mati syahid dan dipelihara dari siksa kubur”.
Read More..

ILMU DAN BELAJAR

Banyak sekali dalil atas ilmu yang terdapat didalam Al-Qur’an, diantaranya Allah Berfirman, “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. ( Q.S. Al Mujadilah ayat 11 ). Sebagaimana Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa sesungguhnya para ulama’ mempunyai derajat-derajat diatas orang-orang mukmin sebanyak 700 derajat, yang jarak antara dua derajatnya adalah perjalanan 500 tahun.
Rasulullah Saw. pernah bersabda, “ Manusia yang paling utama adalah orang mukmin yang alim serta bermanfaat jika dibutuhkan. Jika ia tidak dibutuhkan, maka ia pun mencukupi dirinya”. Rasulullah Saw. bersabda pula, “ Imam itu telanjang, serta pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya ialah rasa malu, serta buahnya adalah ilmu”.
Rasulullah Saw. bersabda mengenai keutamaan ilmu,” Sesungguhnya para malaikat telah merendahkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, sebab ridha dengan apa yang dilakukannya”.

Rasulullah Saw. juga bersabda, “ Kepergianmu untuk belajar satu bab ilmu lebih baik daripada shalatmu sebanyak 100 rakaat”.
Allah SWT berfirman, “ Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), hendaklah kamu menerangkan tentang isi kitab kepada manusia, serta jangan kamu menyembunyikannya”. ( Q.S. Ali Imron ayat 187 ). Ayat tersebut kurang lebih menjelaskan kepada kita untuk tidak menyembunyikan ilmu yang kita peroleh, tapi hendaknya menyerukan ilmu yang kita peroleh tersebut, menerangkan sejelas-jelasnya kepada orang-orang disekeliling kita.
Mu’adz bin Jabal berkata mengenai pengajaran, dan belajar ilmu, serta meriwayatkannya secara marfuk, “ Belajarlah ilmu, sebab mempelajari ilmu karena Allah adalah kebaikan, menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajiannya seperti tasbih, pengajarannya seperti jihad, pengajarannya adalah sedekah disertai pemberiannya kepada ahlinya ialah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur dikala kesepian, menjadi kawan dikala menyendiri serta menjadi petunjuk dikala senang dan susah, ia adalah pembantu serta teman yang baik dan penerang jalan ke surga”.
Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, kemudian menjadikan mereka dalam kebaikan seperti pimpinan dan pemberi petunjuk yang diikuti, petunjuk didalam kebaikan, jejak mereka diikuti serta perbuatan-perbuatan mereka diamalkan. Para malaikat ingin menghiasi mereka serta mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Setiap benda yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka serta memohon ampun bagi mereka, bahkan ikan-ikan di lautan, hewan-hewan buas serta ternak didarat, dan bintang dilangit ikut bertasbih dan memohon ampunan bagi mereka.
Ilmu menghidupkan hati serta menerangi pandangan yang gelap dan menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu, seorang hamba mencapai kedudukan orang-orang yang shaleh serta derajat yang tinggi. Memikirkan ilmu sama halnya puasa, dan mengkaji ilmu sama dengan shalat malam. Dengan ilmu, Allah ditaati, disembah, dan di-esakan. Dengan ilmu, manusia berhati-hati dalam mengamalkan agama serta memelihara hubungan kekeluargaan. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan amal adalah pengikutnya. Orang yang mendapat ilmu adalah orang yang berbahagia, sedangkan yang tidak mendapatkannya adalah orang yang sengsara, sengsara dunia, terlebih akhirat.
Dari segi rasio, sudah sangat jelas bahwa ilmu adalah sesuatu yang sangat utama dalam kehidupan kita, sebab dengan ilmu, manusia sampai kepada Allah SWT serta dapat mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, ia pun mendapatkan kebahagiaan yang abadi serta kenikmatan yang kekal. Ilmu menyebabkan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dunia adalah tanaman akhirat, maka orang alim dengan ilmunya akan menanam untuk dirinya kebahagiaan abadi dengan mendidik akhlaknya sesuai dengan tuntutan ilmu. Barangkali pula dengan sebuah media pengajaran atau majelis, ia telah menanamkan kebahagiaan yang abadi, sebab ia telah mendidik akhlak orang lain serta menyuruh mereka melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “ Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah serta pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (Q.S. An Nahl : 125)
Ia menyerukan orang-orang khawas dengan hikmah, menyeru orang-orang awam dengan nasehat-nasehat dan para pembangkang dengan bantahan. Dengan menyelamatkan dirinya dan orang lain dengan perbuatan-perbuatan yang baik , inilah yang dinilai Allah dari kesempurnaan manusia.
Read More..

Selamat Datang ...

Assalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh

Selamat datang kepada teman-teman, para pembaca, semoga kita semua merupakan orang-orang yang beruntung dengan membuka blog saya ini ( lho ?)

Blog ini insya Allah, saya dedikasikan demi perkembangan dan pengetahuan ilmu agama Islam, biarpun belum memadai layaknya da'i, tapi saya harap dapat menjadi referensi kita semua nantinya.
Saya sangat mengharapkan kritik, saran, curhatan, dan pertanyaan, demi kemaslahatan kita semua, trutama karena saya masih pemula dalam dunia blogging ..


Akhir kata, saya minta maaf apabila salah kata, kepada Allah SWT saya mohon ampun ..
wassalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh .. Read More..