Iman itu terdiri dari 2 bagian. Setengahnya adalah kesabaran, dan setengahnya lagi adalah rasa syukur, sesuai dengan apa yang telah disebutkan dalam berbagai riwayat-riwayat serta atsar-atsar.
Adapun yang dimaksud dengan kesabaran, Allah SWT telah berfirman memuji sifat tersebut, “ Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami pada saat mereka sabar “ . (Q.S. As-Sajdah : 24)
Di ayat lain, Allah SWT berfirman, “ Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan oleh kesabaran mereka (Q.S. Al-A’raf : 137)
Allah SWT juga berfirman , “ Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar “. (Q.S. An-Nahl : 96)
Rasulullah Saw pernah ditanya tentang iman, maka beliau menjawab, “ Kesabaran serta tenggang rasa”. Didalam sabda Rasulullah Saw lainnya, “ Kesabaran itu ialah harta yang terpendam didalam surga “ .
A. HAKIKAT KESABARAN
Ada beberapa kategori dalam kesabaran, yakni pengetahuan, keadaan dan amal. Pengetahuan itu diibaratkan bagai sebuah pohon, keadaannya bagaikan ranting-ranting, serta amal sendiri bagaikan buah. Perlu kita ketahui, kunci kemaslahatan keagamaan akan terdapat didalam kesabaran, akibatnya akan timbul sikap sabar dalam diri manusia.
Apabila seseorang telah bersabar dalam menghadapi ujian yang datang selama beberapa hari, niscaya ia akan mendapatkan kebahagiaan selama-lamanya sebagai imbalannya. Karena, ia memerlukan kesabaran yang tinggi untuk tidak mempublikasikannya, dan tidak merusaknya dengan riya’.
Sabar yang paling besar adalah sabar dalam menahan diri dari melampiaskan nafsu syahwat dan berlarut-larut didalam melakukannya, serta sabar dalam melakukannya. Seseorang juga harus sabar jika diganggu oleh seseorang dengan perkataan atau perbuatan.
Ada seorang sahabat Rasulullah Saw berkata, “ Kami tidak menganggap iman seseorang sebagai iman jikalau ia tidak bersabar dikala sedang mngahadapi gangguan ”.
Allah SWT telah berfirman , “ Dan kami akan sungguh-sungguh bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kamu lakukan kepada kami. Hanya kepada Allah SWT sajalah hendaknya orang-orang bertawakkal “. (Q.S. Ibrahim : 12)
Biasanya kesabaran ini dilakukan atas semua gangguan-gangguan dengan cara menahan semuanya serta terkadang sabar dari niat untuk membalasnya. Kedua hal tersebut telah menunjukkan kesempurnaan iman.
Dari Ibnu Abbas ra, “ Ada 3 macam kesabaran didalam Al-Qur’an yakni kesabaran untuk menunaikan kewajiban-kewajiban karena Allah SWT dan ia mempunyai 300 derajat ; kesabaran untuk tidak melanggar larangan-larangan Allah SWT dan ia mempunyai 600 derajat ; serta kesabaran di dalam menghadapi musibah-musibah pada pukulan pertama dan ia mempunyai 900 derajat “ .
B. SYUKUR
Allah SWT mengaitkan syukur dengan dzikir yang mempunyai keutamaan tersendiri, firman Allah SWT, “ Sesungguhnya dzikrullah ( mengingat Allah ) itu lebih besar “. (Q.S. Al-Ankabut : 45)
Allah SWT juga berfirman , “ Oleh sebab itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (juga) kepadamu, serta bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah sekali-kali kamu mengingkari (nikmat)-Ku “. (Q.S. Al-Baqarah : 152)
Makna dari rasa syukur itu sendiri pada hakikatnya adalah dengan mengetahui bahwa tiada pemberian kenikmatan selain Allah SWT. Apabila kita mengetahui rincian-rincian nikmat Allah SWT atas diri kita, antara lain anggota-anggota badan, tubuh serta jiwa, dan segala yang kita perlukan untuk urusan kehidupan didunia, seharusnya timbul dalam hati kita kegembiraan terhadap Allah SWT, nikmat-Nya dan karunia-Nya yang tidak terbatas kepada kita semua. Sudah seharusnyalah kita bersyukur.
Sedangkan didalam hati, rasa syukur itu dinyatakan dengan menyembunyikan kebaikan yang pernah kita lakukan dari seluruh manusia, selalu menghadirkannya dalam mengingat Allah SWT, dan tidak pernah melupakan-Nya.
Adapun dengan lisan, kita cukup menyatakan dengan banyak mengucapkan kalimat tahmid.
Syukur dengan anggota tubuh adalah dengan menggunakannya dengan sebaik-baiknya, dan menghindarkan dari penggunaan nikmat-Nya untuk mendurhakai-Nya. Contoh , mensyukuri mata dilakukan dengan menutupi semua kejelekan yang kita lihat dari seorang muslim dan tidak menggunakannya untuk melihat hal-hal maksiat. Mensyukuri telinga, dapat dilakukan dengan menutupi kejelekan-kejelekan yang didengar, serta mendengarkan apa saja yang diperbolehkan.
Dalam suatu riwayat, Rasulullah Saw bertanya kepada seorang laki-laki, “ Bagaimana keadaanmu pagi ini ?”
Orang tersebut menjawab, “ Baik “.
Rasulullah Saw mengulangi pertanyaan tersebut, begitu juga orang tersebut, mengulangi semua jawaban-jawabannya. Hingga sampai pada yang ketiga kalinya ia menjawab, “ Keadaanku baik-baik saja, serta aku memuji syukur kepada Allah SWT “.
Rasulullah Saw menjawab, “ Inilah yang aku inginkan darimu “.
Setiap orang ketika ditanya tentang sesuatu, maka jawaban mereka antara bersyukur dan mengeluh. Jika ia bersyukur, maka ia pun telah menaati Allah SWT, serta jika ia mengeluh maka ia pun durhaka.
Ini adalah cabang dari satu bab tauhid, yakni bahwa Dialah yang mensyukuri serta disyukuri, yang mencintai dan yang dicintai. Tiada sekutu pun di dalam wujud ini selain Allah SWT. Segala sesuatu akan binasa melainkan dari-Nya, ini adalah kebenaran yang azali dan abadi, sebab tiada sesuatu pun didalam wujud ini selain Allah SWT. Dia berdiri sendiri.
Sudah jelas bagi kita, umat manusia, jikalau pengarang mencintai karangannya, maka ia pun telah mencintai dirinya. Jikalau pembuat sesuatu mencintai buatannya, maka ia pun telah mencintai dirinya. Dan jikalau ayah mencintai anaknya karena ia anaknya, maka ia pasti akan mencintai dirinya sendiri. Segala sesuatu didalam wujud selain Allah SWT adalah sebuah karangan atau buatan. Apabila Allah SWT telah mencintainya, maka sesungguhnya Allah SWT telah mencintai diri-Nya sendiri. Dan inilah pandangan dari sisi tauhid.
Dari penjelasan di atas, rasa syukur adalah penggunaan rasa nikmat di jalan yang diciptakan baginya. Salah satu contoh, seorang raja telah mengirim kepada seorang sahayanya seekor kuda dengan segala keperluannya untuk dikendarai, jika ia menaiki serta menggunakannya di jalan yang sudah ditetapkan, ia pun telah menggunakan nikmat tersebut sebagaimana mestinya. Namun, apabila ia menaikinya serta menjauh dari perintah sang raja, maka itu merupakan sebuah kebodohan dan pengingkaran nikmat. Wallahu a’lam.
Read More..
info seputar Islam, yang mungkin hanya sedikit orang yg belum mengetahui. blog ini berisi materi, seperti solat jumat, zakat, infak, sedekah, solat, ilmu dan belajar, serta pengetahuan2 Islam lainnya yg patut kita ketahui.
Sabtu, 28 Agustus 2010
KEMULIAAN HARI JUM’AT
Sesungguhnya hari Jum’at merupakan hari yang agung. Allah SWT mengagungkan Islam dengannya dan mengistimewakan orang-orang Islam dengannya. Allah SWT berfirman, “ Apabila diseur untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli”.
Allah SWT mengharamkan dengan semua hal-hal duniawi yang dapat memalingkan orang dari bersegera untuk Jum’atan.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “ Barang siapa yang meninggalkan Jum’at tiga kali, dengan tanpa udzur, maka Allah akan mencap (menutup hatinya)”. Dalam sebuah lafadh lainnya, “ Maka benar-benar telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya”.
Didalam sebuah riwayat, ada seorang laki-laki berselisih dengan Ibnu Abbas, dia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai laki-laki yang mati dan tidak pernah menghadiri Jum’at atau Jamaah. Berkatalah Ibnu Abbas, “ Di dalam neraka “. Lalu tidak henti-hentinya laki-laki itu hilir mudik kepadanya selama sebulan dengan bertanya mengenai hal yang sama, namun Ibnu Abbas tetap menjawab, “ Di dalam neraka “.
Di dalam sebuah hadits Anas dari Nabi Muhammad Saw. sesungguhnya beliau bersabda, “ Datanglah Jibril kepadaku dan ditelapak tangannya terdapat cermin putih dan berkata, “ Ini adalah Jum’at, Tuhanmu memfardlukan kepadamu agar menjadikan hari raya bagimu dan bagi umat sepeninggalmu”. Aku berkata, “ Lalu apa yang ada bagi kami didalamnya ?”. Dia menjawab, “ Kamu didalamnya memiliki sebuah saat yang paling baik, barang siapa yang berdo’a didalamnya dengan kebaikan yang dibagikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kebaikan itu dan tidak ada baginya yang disimpan untuknya lebih agung daripada itu, atau dia berlindung dari kejelekan yang telah merupakan hal yang ditulis atas dia kecuali Allah akan melindunginya dari yang lebih besar dari pada itu. Dia adalah pemimpin dari semua hari bagi kita dan kita akan menyebutnya besok pada hari akhir dengan sebutan “ Hari Tambahan “. Aku berkata, “ Mengapa begitu ?”. Dia berkata, “ Sesungguhnya Tuhanmu telah membuat sebuah lembah yang lebih semerbak dan lebih putih daripada misik. Lalu apabila telah datang hari Jum’at turunlah Allah SWT dari Illiyin ke atas Kursi-Nya dan nampak kepada mereka, sehingga mereka memandang kepada Dzat-Nya yang agung”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sebaik-baik hari yang terbit matahari didalamnya adalah hari Jum’at, didalamnya Adam as. diciptakan, didalamnya dia dimasukkan ke surga, didalamnya dia diturunkan ke bumi, didalamnya di terima taubatnya, di dalamnya hari dia mati dan di dalamnya akan berdiri hari kiamat. Hari itu disisi Allah adalah hari penambahan, demikianlah malaikat-malaikat menyebutnya di langit. Dan dia juga hari melihat kepada Allah SWT”.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, “ Sesungguhnya Allah SWT memiliki dalam setiap Jum’at 600.000 orang yang dibebaskan dari neraka”. Di dalam hadits Anas ra. sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda,” Apabila selamat hari Jum’at maka selamat pula hari semua hari “.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sesungguhnya neraka Jahim itu menyala dalam setiap hari sebelum zawal (matahari tergelincir dari tengah langit) yaitu pada waktu istiwa’ matahari (ditengah langit) dalam jantung langit. Maka janganlah kamu bersembahyang saat ini kecuali kecuali hari Jum’at, karena hari itu waktu shalat seluruhnya dan sesungguhnya Jahannam, tidak menyala di dalamnya”.
Ka’ab berkata, “ Sesungguhnya Allah SWT telah mengutamakan mekkah diantara beberapa negeri, Ramadhan diantara beberapa bulan, dan Jum’at diantara hari-hari, serta Lailatul Qadar diantara malam-malam”.
Dikatakan, “ Sesungguhnya burung-burung dan bangsa serangga bertemu satu dengan yang lain pada hari Jum’at. Berkatalah mereka, “ Selamat, selamat, ini adalah hari yang bagus”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Barangsiapa yang mati pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka tulislah baginya pahala orang yang mati syahid dan dipelihara dari siksa kubur”.
Read More..
Allah SWT mengharamkan dengan semua hal-hal duniawi yang dapat memalingkan orang dari bersegera untuk Jum’atan.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “ Barang siapa yang meninggalkan Jum’at tiga kali, dengan tanpa udzur, maka Allah akan mencap (menutup hatinya)”. Dalam sebuah lafadh lainnya, “ Maka benar-benar telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya”.
Didalam sebuah riwayat, ada seorang laki-laki berselisih dengan Ibnu Abbas, dia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai laki-laki yang mati dan tidak pernah menghadiri Jum’at atau Jamaah. Berkatalah Ibnu Abbas, “ Di dalam neraka “. Lalu tidak henti-hentinya laki-laki itu hilir mudik kepadanya selama sebulan dengan bertanya mengenai hal yang sama, namun Ibnu Abbas tetap menjawab, “ Di dalam neraka “.
Di dalam sebuah hadits Anas dari Nabi Muhammad Saw. sesungguhnya beliau bersabda, “ Datanglah Jibril kepadaku dan ditelapak tangannya terdapat cermin putih dan berkata, “ Ini adalah Jum’at, Tuhanmu memfardlukan kepadamu agar menjadikan hari raya bagimu dan bagi umat sepeninggalmu”. Aku berkata, “ Lalu apa yang ada bagi kami didalamnya ?”. Dia menjawab, “ Kamu didalamnya memiliki sebuah saat yang paling baik, barang siapa yang berdo’a didalamnya dengan kebaikan yang dibagikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kebaikan itu dan tidak ada baginya yang disimpan untuknya lebih agung daripada itu, atau dia berlindung dari kejelekan yang telah merupakan hal yang ditulis atas dia kecuali Allah akan melindunginya dari yang lebih besar dari pada itu. Dia adalah pemimpin dari semua hari bagi kita dan kita akan menyebutnya besok pada hari akhir dengan sebutan “ Hari Tambahan “. Aku berkata, “ Mengapa begitu ?”. Dia berkata, “ Sesungguhnya Tuhanmu telah membuat sebuah lembah yang lebih semerbak dan lebih putih daripada misik. Lalu apabila telah datang hari Jum’at turunlah Allah SWT dari Illiyin ke atas Kursi-Nya dan nampak kepada mereka, sehingga mereka memandang kepada Dzat-Nya yang agung”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sebaik-baik hari yang terbit matahari didalamnya adalah hari Jum’at, didalamnya Adam as. diciptakan, didalamnya dia dimasukkan ke surga, didalamnya dia diturunkan ke bumi, didalamnya di terima taubatnya, di dalamnya hari dia mati dan di dalamnya akan berdiri hari kiamat. Hari itu disisi Allah adalah hari penambahan, demikianlah malaikat-malaikat menyebutnya di langit. Dan dia juga hari melihat kepada Allah SWT”.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, “ Sesungguhnya Allah SWT memiliki dalam setiap Jum’at 600.000 orang yang dibebaskan dari neraka”. Di dalam hadits Anas ra. sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda,” Apabila selamat hari Jum’at maka selamat pula hari semua hari “.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sesungguhnya neraka Jahim itu menyala dalam setiap hari sebelum zawal (matahari tergelincir dari tengah langit) yaitu pada waktu istiwa’ matahari (ditengah langit) dalam jantung langit. Maka janganlah kamu bersembahyang saat ini kecuali kecuali hari Jum’at, karena hari itu waktu shalat seluruhnya dan sesungguhnya Jahannam, tidak menyala di dalamnya”.
Ka’ab berkata, “ Sesungguhnya Allah SWT telah mengutamakan mekkah diantara beberapa negeri, Ramadhan diantara beberapa bulan, dan Jum’at diantara hari-hari, serta Lailatul Qadar diantara malam-malam”.
Dikatakan, “ Sesungguhnya burung-burung dan bangsa serangga bertemu satu dengan yang lain pada hari Jum’at. Berkatalah mereka, “ Selamat, selamat, ini adalah hari yang bagus”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Barangsiapa yang mati pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka tulislah baginya pahala orang yang mati syahid dan dipelihara dari siksa kubur”.
Read More..
ILMU DAN BELAJAR
Banyak sekali dalil atas ilmu yang terdapat didalam Al-Qur’an, diantaranya Allah Berfirman, “ Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. ( Q.S. Al Mujadilah ayat 11 ). Sebagaimana Ibnu Abbas pernah mengatakan bahwa sesungguhnya para ulama’ mempunyai derajat-derajat diatas orang-orang mukmin sebanyak 700 derajat, yang jarak antara dua derajatnya adalah perjalanan 500 tahun.
Rasulullah Saw. pernah bersabda, “ Manusia yang paling utama adalah orang mukmin yang alim serta bermanfaat jika dibutuhkan. Jika ia tidak dibutuhkan, maka ia pun mencukupi dirinya”. Rasulullah Saw. bersabda pula, “ Imam itu telanjang, serta pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya ialah rasa malu, serta buahnya adalah ilmu”.
Rasulullah Saw. bersabda mengenai keutamaan ilmu,” Sesungguhnya para malaikat telah merendahkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, sebab ridha dengan apa yang dilakukannya”.
Rasulullah Saw. juga bersabda, “ Kepergianmu untuk belajar satu bab ilmu lebih baik daripada shalatmu sebanyak 100 rakaat”.
Allah SWT berfirman, “ Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), hendaklah kamu menerangkan tentang isi kitab kepada manusia, serta jangan kamu menyembunyikannya”. ( Q.S. Ali Imron ayat 187 ). Ayat tersebut kurang lebih menjelaskan kepada kita untuk tidak menyembunyikan ilmu yang kita peroleh, tapi hendaknya menyerukan ilmu yang kita peroleh tersebut, menerangkan sejelas-jelasnya kepada orang-orang disekeliling kita.
Mu’adz bin Jabal berkata mengenai pengajaran, dan belajar ilmu, serta meriwayatkannya secara marfuk, “ Belajarlah ilmu, sebab mempelajari ilmu karena Allah adalah kebaikan, menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajiannya seperti tasbih, pengajarannya seperti jihad, pengajarannya adalah sedekah disertai pemberiannya kepada ahlinya ialah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur dikala kesepian, menjadi kawan dikala menyendiri serta menjadi petunjuk dikala senang dan susah, ia adalah pembantu serta teman yang baik dan penerang jalan ke surga”.
Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, kemudian menjadikan mereka dalam kebaikan seperti pimpinan dan pemberi petunjuk yang diikuti, petunjuk didalam kebaikan, jejak mereka diikuti serta perbuatan-perbuatan mereka diamalkan. Para malaikat ingin menghiasi mereka serta mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Setiap benda yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka serta memohon ampun bagi mereka, bahkan ikan-ikan di lautan, hewan-hewan buas serta ternak didarat, dan bintang dilangit ikut bertasbih dan memohon ampunan bagi mereka.
Ilmu menghidupkan hati serta menerangi pandangan yang gelap dan menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu, seorang hamba mencapai kedudukan orang-orang yang shaleh serta derajat yang tinggi. Memikirkan ilmu sama halnya puasa, dan mengkaji ilmu sama dengan shalat malam. Dengan ilmu, Allah ditaati, disembah, dan di-esakan. Dengan ilmu, manusia berhati-hati dalam mengamalkan agama serta memelihara hubungan kekeluargaan. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan amal adalah pengikutnya. Orang yang mendapat ilmu adalah orang yang berbahagia, sedangkan yang tidak mendapatkannya adalah orang yang sengsara, sengsara dunia, terlebih akhirat.
Dari segi rasio, sudah sangat jelas bahwa ilmu adalah sesuatu yang sangat utama dalam kehidupan kita, sebab dengan ilmu, manusia sampai kepada Allah SWT serta dapat mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, ia pun mendapatkan kebahagiaan yang abadi serta kenikmatan yang kekal. Ilmu menyebabkan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dunia adalah tanaman akhirat, maka orang alim dengan ilmunya akan menanam untuk dirinya kebahagiaan abadi dengan mendidik akhlaknya sesuai dengan tuntutan ilmu. Barangkali pula dengan sebuah media pengajaran atau majelis, ia telah menanamkan kebahagiaan yang abadi, sebab ia telah mendidik akhlak orang lain serta menyuruh mereka melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “ Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah serta pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (Q.S. An Nahl : 125)
Ia menyerukan orang-orang khawas dengan hikmah, menyeru orang-orang awam dengan nasehat-nasehat dan para pembangkang dengan bantahan. Dengan menyelamatkan dirinya dan orang lain dengan perbuatan-perbuatan yang baik , inilah yang dinilai Allah dari kesempurnaan manusia.
Read More..
Rasulullah Saw. pernah bersabda, “ Manusia yang paling utama adalah orang mukmin yang alim serta bermanfaat jika dibutuhkan. Jika ia tidak dibutuhkan, maka ia pun mencukupi dirinya”. Rasulullah Saw. bersabda pula, “ Imam itu telanjang, serta pakaiannya adalah taqwa, perhiasannya ialah rasa malu, serta buahnya adalah ilmu”.
Rasulullah Saw. bersabda mengenai keutamaan ilmu,” Sesungguhnya para malaikat telah merendahkan sayap-sayapnya bagi penuntut ilmu, sebab ridha dengan apa yang dilakukannya”.
Rasulullah Saw. juga bersabda, “ Kepergianmu untuk belajar satu bab ilmu lebih baik daripada shalatmu sebanyak 100 rakaat”.
Allah SWT berfirman, “ Dan (ingatlah) ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab (yaitu), hendaklah kamu menerangkan tentang isi kitab kepada manusia, serta jangan kamu menyembunyikannya”. ( Q.S. Ali Imron ayat 187 ). Ayat tersebut kurang lebih menjelaskan kepada kita untuk tidak menyembunyikan ilmu yang kita peroleh, tapi hendaknya menyerukan ilmu yang kita peroleh tersebut, menerangkan sejelas-jelasnya kepada orang-orang disekeliling kita.
Mu’adz bin Jabal berkata mengenai pengajaran, dan belajar ilmu, serta meriwayatkannya secara marfuk, “ Belajarlah ilmu, sebab mempelajari ilmu karena Allah adalah kebaikan, menuntut ilmu adalah ibadah, pengkajiannya seperti tasbih, pengajarannya seperti jihad, pengajarannya adalah sedekah disertai pemberiannya kepada ahlinya ialah pendekatan diri kepada Allah. Ilmu adalah penghibur dikala kesepian, menjadi kawan dikala menyendiri serta menjadi petunjuk dikala senang dan susah, ia adalah pembantu serta teman yang baik dan penerang jalan ke surga”.
Allah akan mengangkat derajat orang-orang dengan ilmu, kemudian menjadikan mereka dalam kebaikan seperti pimpinan dan pemberi petunjuk yang diikuti, petunjuk didalam kebaikan, jejak mereka diikuti serta perbuatan-perbuatan mereka diamalkan. Para malaikat ingin menghiasi mereka serta mengusap mereka dengan sayap-sayapnya. Setiap benda yang basah dan yang kering bertasbih bagi mereka serta memohon ampun bagi mereka, bahkan ikan-ikan di lautan, hewan-hewan buas serta ternak didarat, dan bintang dilangit ikut bertasbih dan memohon ampunan bagi mereka.
Ilmu menghidupkan hati serta menerangi pandangan yang gelap dan menguatkan badan yang lemah. Dengan ilmu, seorang hamba mencapai kedudukan orang-orang yang shaleh serta derajat yang tinggi. Memikirkan ilmu sama halnya puasa, dan mengkaji ilmu sama dengan shalat malam. Dengan ilmu, Allah ditaati, disembah, dan di-esakan. Dengan ilmu, manusia berhati-hati dalam mengamalkan agama serta memelihara hubungan kekeluargaan. Ilmu adalah pemimpin, sedangkan amal adalah pengikutnya. Orang yang mendapat ilmu adalah orang yang berbahagia, sedangkan yang tidak mendapatkannya adalah orang yang sengsara, sengsara dunia, terlebih akhirat.
Dari segi rasio, sudah sangat jelas bahwa ilmu adalah sesuatu yang sangat utama dalam kehidupan kita, sebab dengan ilmu, manusia sampai kepada Allah SWT serta dapat mendekatkan diri kepada Sang Khaliq, ia pun mendapatkan kebahagiaan yang abadi serta kenikmatan yang kekal. Ilmu menyebabkan kemuliaan di dunia dan di akhirat. Dunia adalah tanaman akhirat, maka orang alim dengan ilmunya akan menanam untuk dirinya kebahagiaan abadi dengan mendidik akhlaknya sesuai dengan tuntutan ilmu. Barangkali pula dengan sebuah media pengajaran atau majelis, ia telah menanamkan kebahagiaan yang abadi, sebab ia telah mendidik akhlak orang lain serta menyuruh mereka melakukan perbuatan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT. Allah SWT berfirman, “ Serulah ( manusia ) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah serta pelajaran yang baik, serta bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (Q.S. An Nahl : 125)
Ia menyerukan orang-orang khawas dengan hikmah, menyeru orang-orang awam dengan nasehat-nasehat dan para pembangkang dengan bantahan. Dengan menyelamatkan dirinya dan orang lain dengan perbuatan-perbuatan yang baik , inilah yang dinilai Allah dari kesempurnaan manusia.
Read More..
Selamat Datang ...
Assalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh
Selamat datang kepada teman-teman, para pembaca, semoga kita semua merupakan orang-orang yang beruntung dengan membuka blog saya ini ( lho ?)
Blog ini insya Allah, saya dedikasikan demi perkembangan dan pengetahuan ilmu agama Islam, biarpun belum memadai layaknya da'i, tapi saya harap dapat menjadi referensi kita semua nantinya.
Saya sangat mengharapkan kritik, saran, curhatan, dan pertanyaan, demi kemaslahatan kita semua, trutama karena saya masih pemula dalam dunia blogging ..
Akhir kata, saya minta maaf apabila salah kata, kepada Allah SWT saya mohon ampun ..
wassalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh .. Read More..
Selamat datang kepada teman-teman, para pembaca, semoga kita semua merupakan orang-orang yang beruntung dengan membuka blog saya ini ( lho ?)
Blog ini insya Allah, saya dedikasikan demi perkembangan dan pengetahuan ilmu agama Islam, biarpun belum memadai layaknya da'i, tapi saya harap dapat menjadi referensi kita semua nantinya.
Saya sangat mengharapkan kritik, saran, curhatan, dan pertanyaan, demi kemaslahatan kita semua, trutama karena saya masih pemula dalam dunia blogging ..
Akhir kata, saya minta maaf apabila salah kata, kepada Allah SWT saya mohon ampun ..
wassalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh .. Read More..
Langganan:
Postingan (Atom)