Selasa, 14 September 2010

AQIDAH / KEYAKINAN

1. AQIDAH AHLUS SUNNAH

Aqidah ahlus sunnah adalah keyakinan terhadap Allah SWT yang Maha Tinggi lagi Maha Suci sebagai satu-satunya Tuhan, tiada sekutu bagi-Nya, tunggal tiada yang menyerupai-Nya, bersifat qadim tanpa awal, Azal tanpa permulaan, hidup kekal tanpa akhir, abadi tanpa penghabisan, hidup terus tanpa terputus dengan batasan dunia, dan Dia juga lah yang permulaan, akhir dan yang batin.


2. PENSUCIAN ALLAH ( TANZIH )

Allah bukanlah tubuh yang berbentuk yang terbatas dan tertentu. Allah tidak menyerupai tubuh-tubuh makhluk hidup ciptaan-Nya, baik dalam ukuran maupun dalam hal dapat terbagi. Tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya dan Dia tidak menyerupai apapun. Allah tidak dibatasi oleh ukuran, dan tidak dibatasi oleh bumi maupun langit.
Allah bersemayam diatas tahta dengan cara seperti yang dikatakan-Nya, dan dengan arti yang diinginkan-Nya, persemayaman-Nya suci dari sentuhan, tidak menetap dan tidak berdiam maupun pindah, serta tidak dipukul oleh Arsy. Bahkan, Arsy serta para malaikat pemikulnya dipukul dengan kekuasaan-Nya yang lembut serta tunduk dalam genggaman-Nya.
Allah berada diatas Arsy dan diatas segala sesuatu, hingga sebatas bumi, keteratasan-Nya tidak menambah kedekatan-Nya dengan Arsy dan langit, maupun menambah kejauhan-Nya dari langit dan tanah. Meskipun di artikan seperti itu, Allah selalu dekat dengan makhluk-Nya, bahkan diumpamakan lebi dekat daripada urat leher makhluk-Nya, karena Dialah yang Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.
Allah tidak masuk dalam kategori sesuatu, dan tidak satu pun yang masuk didalam-Nya. Maha Suci Dia mendiami suatu tempat dari keterbatasan zaman. Bahkan sebelum Allah menciptakan zaman dan tempat, sampai sekarang masih begitulah keadaan-Nya. Allah berbeda dari makhluk-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang tidak memiliki apapun didalam-Nya selain Allah itu sendiri.
Allah selalu suci dari perpindahan dan perubahan. Tidaklah Dia ditempati oleh hak-hak yang buruk serta tidak ditempati oleh awaridl. Bahkan Allah masih memiliki sifat-sifat keagungan serta selalu suci dari kebinasaan. Allah tidak memerlukan penyempurnaan dalam sifat-sifat-Nya yang sempurna. Dalam zat Allah, diketahui wujud-Nya dengan akal serta dapat dilihat zat-Nya dengan pandangan sebagai kenikmatan-Nya serta karunia bagi orang-orang yang shaleh di akhirat dan sebagai pelengkap kenikmatan dengan memandang kepada wajah(zat)-Nya yang mulia.
Subhanallah ..
3. YANG MAHA HIDUP DAN MAHA KUASA

Allah SWT itu kekal, Maha berkuasa dan Maha menaklukan. Allah tidak mengalami kekurangan serta kelemahan. Allah tidak pernah merasa mengantuk, meskipun Allah tidak pernah tidur, tidak mengalami kematian dan kebinasaan, penciptaan, serta perintah, sedangkan langit terlipat dengan kekuasaan-Nya. Hanya Allah yang berkuasa menciptakan makhluk beserta amalan mereka, serta Dialah yang menentukan rizqi serta ajal mereka. Kekuasaan-Nya tidak pernah terhitung dan pengetahuan-Nya tidak pernah berakhir.


4. YANG MAHA MENGETAHUI

Semua pengetahuan, Allah mengetahuinya. Meskipun disembunyikan ke dasar bumi sekalipun. Ilmu-Nya meliputi segala sesuatu yang terjadi dari perbatasan bumi hingga langit tertinggi. Tidak tersembunyi daripada pengetahuan-Nya benda seberat kapaspun di bumi dan di langit. Bahkan Allah mengetahui jalannya semut hitam di atas batu hitam di malam yang gelap. Allah mengetahui gerakan debu di udara serta mengetahui rahasia maupun yang lebih tersembunyi daripada itu. Allah mengetahui suara hati nurani serta gerak hati semua makhluk-Nya.


5. YANG MAHA BERKEHENDAK

Segala sesuatu yang terjadi, pasti lah sesuai dengan kehendak Allah, Dialah yang menghendaki adanya makhluk dan yang mengatur semua peristiwa. Maka, tidak akan terjadi terjadi sesuatu didalam kekuasaan dan kerajaan-Nya, baik sedikit maupun banyak, kecil maupun besar, baik maupun buruk, manfaat ataupun bahaya, iman ataupun kufur, keberuntungan ataupun kerugian, pertambahan atau kekurangan, ketaatan atau kedurhakaan, kecuali dengan ketetapan serta takdir-Nya, hikmah serta kehendak-Nya. Tidaklah keluar dari kehendak Allah lah pandangan sekaligus pemikiran yang terlintas di otak manusia. Apa yang tidak dikehendaki-Nya, tidaklah terjadi. Dialah yang memulai penciptaan dan yang menghidupkan kembali, serta yang melakukan apa yang dikehendaki-Nya.
Tidak ada yang dapat menolak keputusan-Nya serta tidak ada yang menambah ketetapan-Nya. Tidak ada jalan bagi hamba-Nya untuk menghindar dari kehendak Allah, kecuali dari taufik dan rahmat-Nya. Tidak ada kekuatan bagi kita, umat manusia untuk mentaati-Nya, kecuali dengan kecintaan dan kehendak dari Allah SWT. Seandainya manusia, jin, malaikat dan setan berkumpul untuk menggerakkan sebutir debu atau untuk mendiamkannya tabpa ada kehendak serta serta keinginan-Nya, niscaya semua itu tidak akan sanggup melakukannya. Kehendak Allah berdiri sendiri diantara sejumlah sifat-Nya serta tetap memiliki sifat tersebut. Dia menghendaki dalam setiap azal-Nya tanpa maju ataupun mundur. Allah mengatur segala urusan bukan dengan menggunakan pikiran, ataupun dengan menunggu waktunya. Oleh karena itu, Allah tidak disibukkan dengan suatu urusan dari urusan lainnya.

6. YANG MAHA MENDENGAR LAGI MAHA MELIHAT

Allah SWT itu sendiri Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dan Dia selalu mendengar dan melihat tanpa pernah sedetikpun berhenti. Tidak ada satupun yang tersembunyi dari pendengaran-Nya suatu suara walaupun sangat pelan. Dan tidak ada yang hilang dari penglihatan Allah satu benda pun, meskipun itu benda yang sangat kecil. Pendengaran dan penglihatan-Nya tidak terhalang oleh sesuatu. Allah maha mengetahui atas segala sesuatu.

7. AL-KALAM ( BICARA )

Allah SWT berbicara, menyeru, melarang, berjanji, mengancam dengan kalam Azali yang Qadim (lama) serta yang berdiri sendiri tidak menyerupai kalam (pembicaraan) makhluk. Kalam-Nya bukan merupakan suara yang timbul dari aliran udara ataupun dari benturan benda-benda serta tidak berupa huruf yang terputus dengan menggerakkan bibir serta tulisan.
Al-Qur’an, Taurat, Zabur, bahkan Injil adalah Kalam-Nya dan kitab-kitab-Nya yang telah diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, sedangkan Al-Qur’an dibaca dengan lisan yang tertulis dalam mushaf-mushaf dengan zat Allah SWT tidak dapat terlepas maupun terpisah dengan mendengar kalam Allah tanpa suara maupun huruf sebagaimana orang-orang saleh melihat Zat Allah SWT tanpa jauhar maupun ardl. Maha Benar Allah yang hidup kekal, Maha Mengetahui, Maha Berkuasa, Maha Berkehendak, Maha Mendengar, Maha Melihat dan Berbicara dengan kehidupan, pengetahuan, penglihatan, serta perkataan.


8. PERBUATAN – PERBUATAN ALLAH

Adapun para makhluk yang diciptakan oleh Allah karena perbuatan-Nya dengan bentuk yang sebaik-baiknya, paling sempurna, dan paling bagus sesuai dengan keadilan-Nya. Sesungguhnya Allah SWT itu Maha Bijaksana dalam perbuatan-Nya dan Maha Adil dalam keputusan-Nya. Tidak bisa kita samakan, keadilan yang diberikan Allah dengan keadilan yang diberikan seorang hamba-Nya, karena dianggap kezaliman jika hamba bertindak pada milik orang lain, sedangkan Allah SWT tidak demikian. Sebab Allah SWT tidak bertindak atas milik orang lain, sehingga tidak dianggap kezaliman. Segala sesuatu seperti jin, manusia, setan, malaikat, langit, bumi, hewan, tumbuh-tumbuhan, benda mati, jauhar, ardl, diciptakan-Nya dengan kekuasaan-Nya serta dulunya tidak ada dan tidak bewujud
Allah SWT memberikan pahala kepada hamba-hamba-Nya atas ketaatan mereka sebagai kemurahan-Nya, bukan karena harus dan wajib diberi. Allah ta’ala mewajibkan makhluk-makhluk-Nya untuk taat kepada-Nya melalui lisan nabi-nabi-Nya, bukan karena akal semata, tapi Allah mengutus Rasul serta menampakkan kebenaran mereka dengan mukjizat yang jelas. Maka mereka pun menyampaikan perintah, larangan, janji, serta ancaman-Nya dan mewajibkan manusia mempercayai apa-apa yang telah mereka sampaikan.



9. ARTI “ KALIMAT YANG KEDUA “

Maksudnya adalah kesaksian bagi Rasulullah Saw. Allah SWT mengutus rasul, nabi yang ummi, orang Quraisy yang member petunjuk, Muhammad Saw yang membawa risalah-Nya kepada seluruh bangsa Arab dan bangsa-bangsa lainnya, jin serta manusia. Maka Allah menghapus semua syari’at dengan syari’at-Nya, kecuali yang ditetapkan-Nya, dan Allah melebihkan beliau ata Nabi-Nabi lainnya serta menjadikannya pemimpin manusia.
Iman tidaklah sempurna dengan syahadat tauhid, yakni oerkataan Laa illaha illallah, jika ia tidak bergandengan dengan syahadat Rasul Saw, yakni pernyataan kita yang meyakini Muhammad sebagai Rasulullah. Allah mewajibkan manusia untuk mempercayainya dalam semua yang disampaikannya tentang dunia akhirat.

10. MEMBIMBING SECARA BERANGSUR

Ketahuilah bahwa anak kecil diawal prtumbuhannya siap menerima kebenaran tanpa bukti dengan fitrah dari Allah SWT, maka hendaklah kita mengajarkan mereka hakikat aqidah agar mereka menghapalnya. Biarkan mereka memahaminya sedikit demi sedikit hingga meresap ke dalam batinnya, sehingga mereka tidak perlu membuktikan hal itu dengan bukti-bukti.

11. ISLAM ITU TUNDUK DAN BERSERAH DIRI, SEDANGKAN IMAN ADALAH PENERIMAAN OLEH HATI

Allah SWT menyebut kedua kalimat di atas dalam kitab suci Al-Qur’an dan dimaksudkannya mengenai suatu hal. Sebagaimana firman Allah , “ lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dan mereka yang berserah diri “ . ( Q.S. Adz-Dzaariyat : 35-36 )
Di tempat itu tidak ada apapun kecuali hanya sebuah rumah. Allah menyebut pula keduanya sekali dengan dua arti yang berbeda dalam firman-Nya, “ Orang-orang Arab Badui itu berkata, “ Kami telah beriman “. Katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, akan tetapi katakanlah kami telah tunduk “. (Q.S. Al-Hujurat : 14)
Maksudnya, banyak orang yang dirinya telah tunduk kepada Islam, tapi hati mereka tidak menerimanya. Naudzubillah.

1 komentar:

  1. Most of the casinos are positioned within the capital city of Nairobi with the remainder distributed between Malindi and Mombasa 우리카지노 on the coast

    BalasHapus