Sabtu, 28 Agustus 2010

KEMULIAAN HARI JUM’AT

Sesungguhnya hari Jum’at merupakan hari yang agung. Allah SWT mengagungkan Islam dengannya dan mengistimewakan orang-orang Islam dengannya. Allah SWT berfirman, “ Apabila diseur untuk menunaikan sembahyang pada hari Jum’at maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli”.
Allah SWT mengharamkan dengan semua hal-hal duniawi yang dapat memalingkan orang dari bersegera untuk Jum’atan.
Nabi Muhammad Saw. bersabda, “ Barang siapa yang meninggalkan Jum’at tiga kali, dengan tanpa udzur, maka Allah akan mencap (menutup hatinya)”. Dalam sebuah lafadh lainnya, “ Maka benar-benar telah mencampakkan Islam di belakang punggungnya”.
Didalam sebuah riwayat, ada seorang laki-laki berselisih dengan Ibnu Abbas, dia bertanya kepada Ibnu Abbas mengenai laki-laki yang mati dan tidak pernah menghadiri Jum’at atau Jamaah. Berkatalah Ibnu Abbas, “ Di dalam neraka “. Lalu tidak henti-hentinya laki-laki itu hilir mudik kepadanya selama sebulan dengan bertanya mengenai hal yang sama, namun Ibnu Abbas tetap menjawab, “ Di dalam neraka “.
Di dalam sebuah hadits Anas dari Nabi Muhammad Saw. sesungguhnya beliau bersabda, “ Datanglah Jibril kepadaku dan ditelapak tangannya terdapat cermin putih dan berkata, “ Ini adalah Jum’at, Tuhanmu memfardlukan kepadamu agar menjadikan hari raya bagimu dan bagi umat sepeninggalmu”. Aku berkata, “ Lalu apa yang ada bagi kami didalamnya ?”. Dia menjawab, “ Kamu didalamnya memiliki sebuah saat yang paling baik, barang siapa yang berdo’a didalamnya dengan kebaikan yang dibagikan kepadanya, maka Allah akan memberinya kebaikan itu dan tidak ada baginya yang disimpan untuknya lebih agung daripada itu, atau dia berlindung dari kejelekan yang telah merupakan hal yang ditulis atas dia kecuali Allah akan melindunginya dari yang lebih besar dari pada itu. Dia adalah pemimpin dari semua hari bagi kita dan kita akan menyebutnya besok pada hari akhir dengan sebutan “ Hari Tambahan “. Aku berkata, “ Mengapa begitu ?”. Dia berkata, “ Sesungguhnya Tuhanmu telah membuat sebuah lembah yang lebih semerbak dan lebih putih daripada misik. Lalu apabila telah datang hari Jum’at turunlah Allah SWT dari Illiyin ke atas Kursi-Nya dan nampak kepada mereka, sehingga mereka memandang kepada Dzat-Nya yang agung”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sebaik-baik hari yang terbit matahari didalamnya adalah hari Jum’at, didalamnya Adam as. diciptakan, didalamnya dia dimasukkan ke surga, didalamnya dia diturunkan ke bumi, didalamnya di terima taubatnya, di dalamnya hari dia mati dan di dalamnya akan berdiri hari kiamat. Hari itu disisi Allah adalah hari penambahan, demikianlah malaikat-malaikat menyebutnya di langit. Dan dia juga hari melihat kepada Allah SWT”.
Disebutkan dalam sebuah riwayat, “ Sesungguhnya Allah SWT memiliki dalam setiap Jum’at 600.000 orang yang dibebaskan dari neraka”. Di dalam hadits Anas ra. sesungguhnya Nabi Muhammad Saw bersabda,” Apabila selamat hari Jum’at maka selamat pula hari semua hari “.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Sesungguhnya neraka Jahim itu menyala dalam setiap hari sebelum zawal (matahari tergelincir dari tengah langit) yaitu pada waktu istiwa’ matahari (ditengah langit) dalam jantung langit. Maka janganlah kamu bersembahyang saat ini kecuali kecuali hari Jum’at, karena hari itu waktu shalat seluruhnya dan sesungguhnya Jahannam, tidak menyala di dalamnya”.
Ka’ab berkata, “ Sesungguhnya Allah SWT telah mengutamakan mekkah diantara beberapa negeri, Ramadhan diantara beberapa bulan, dan Jum’at diantara hari-hari, serta Lailatul Qadar diantara malam-malam”.
Dikatakan, “ Sesungguhnya burung-burung dan bangsa serangga bertemu satu dengan yang lain pada hari Jum’at. Berkatalah mereka, “ Selamat, selamat, ini adalah hari yang bagus”.
Nabi Muhammad Saw bersabda, “ Barangsiapa yang mati pada hari Jum’at atau malam Jum’at, maka tulislah baginya pahala orang yang mati syahid dan dipelihara dari siksa kubur”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar